Dispora Kaltim Ubah Pola Pikir Pengelolaan, Fasilitas Olahraga Jadi Aset Jangka Panjang

Faktaborneo.com – SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap fasilitas olahraga. Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Junaidi, menyatakan bahwa membangun fasilitas saja tidak cukup. Yang terpenting adalah bagaimana merawat dan memanfaatkannya dengan cara yang terstruktur dan berkelanjutan agar bisa menjadi aset jangka panjang bagi masyarakat.

Pergeseran Paradigma Menuju Pengelolaan Berbasis SOP
Menurut Junaidi, pengelolaan fasilitas olahraga tidak bisa lagi dilakukan dengan sembarangan. Fasilitas yang dibangun dengan biaya besar berisiko cepat rusak jika tidak ada pengawasan. Oleh karena itu, Dispora Kaltim menerapkan sistem Standar Operasional Prosedur (SOP). SOP ini bertujuan untuk melindungi fasilitas dan memastikan penggunaannya secara tepat, bukan untuk membatasi akses masyarakat.

“Fasilitas olahraga bukan barang publik yang bisa dipakai sembarangan. Ini aset jangka panjang masyarakat,” ujar Junaidi.

Dengan adanya SOP, setiap penggunaan, baik untuk umum maupun atlet, harus mengikuti prosedur yang jelas. Junaidi menambahkan bahwa jika fasilitas digunakan dengan tertib, manfaatnya bisa dirasakan hingga puluhan tahun ke depan, berbeda jika digunakan secara sembarangan yang akan memperpendek usia fasilitas.

Pengelolaan Fasilitas Olahraga secara Berkelanjutan
Dispora Kaltim telah memperkuat sistem pengelolaan fasilitas olahraga di bawah UPTD PPO. SOP ini mencakup tata cara penggunaan, jadwal operasional, kebersihan, serta larangan-larangan yang dapat mencegah kerusakan. Secara rutin, tim evaluasi juga dikerahkan untuk memeriksa kondisi fasilitas setiap tiga bulan. Jika ditemukan kerusakan atau penyimpangan, akan segera ditindaklanjuti.

Langkah ini sejalan dengan misi pemerintah daerah untuk membangun budaya olahraga di masyarakat. Junaidi juga menekankan bahwa kondisi fasilitas yang prima akan berdampak positif pada pembinaan atlet, karena mereka bisa berlatih dengan maksimal dan fokus, yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi olahraga daerah.

Selain itu, Dispora Kaltim juga terus mendorong partisipasi publik dalam merawat fasilitas olahraga. Edukasi dilakukan melalui berbagai cara, seperti sosialisasi di sekolah dan komunitas, untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa fasilitas olahraga adalah milik bersama yang harus dijaga. Ke depannya, sistem SOP ini akan diperluas ke lebih banyak fasilitas di seluruh Kalimantan Timur.

Bagikan

Berita terupdate ada juga di Benuanta dan Prolog.co.id