Faktaborneo.com – SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali melanjutkan program kerja (Proker) yang telah sukses dijalankan pada tahun sebelumnya. Program-program seperti Kepemimpinan Pemuda, Pemuda Pelopor, Kemitraan, dan Kecakapan Hidup akan ditingkatkan levelnya pada tahun 2025 ini. Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Mardareta, menjelaskan bahwa inovasi utama tahun ini adalah penambahan materi soft skill atau kemampuan non-teknis, yang dinilai sangat krusial di era digital.
Menurut Mardareta, jika tahun lalu program kecakapan hidup lebih fokus pada keterampilan teknis pembuatan produk, tahun ini akan ada penekanan pada pengembangan diri personal. “Tahun ini kita fokus dalam bentuk lebih ke personal orangnya,” ujar Mardareta.
Soft skill yang akan diperkuat mencakup kemampuan berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, dan mengelola diri sendiri. Ilmu ini dinilai sangat penting untuk mendukung keberhasilan dalam memasarkan produk dan membangun personal branding. Dengan bekal ini, para pemuda tidak hanya akan menguasai cara membuat produk, tetapi juga mampu memasarkannya secara efektif.
Menguasai Pemasaran Digital dan Keterampilan Profesional
Dispora Kaltim menyadari pentingnya penguasaan teknologi dalam dunia bisnis modern. Oleh karena itu, pelatihan akan mencakup cara memanfaatkan teknologi untuk berjualan secara daring atau online. Para peserta akan diajarkan cara memasarkan produk di media sosial dan platform jual-beli secara bijak dan santun.
Selain itu, program ini juga akan membekali peserta dengan keterampilan profesional lainnya, seperti public speaking dan cara membuat CV yang baik. Pelatihan ini ditujukan bagi mereka yang ingin mencari pekerjaan. “Kami juga tentunya ajarkan juga bagaimana menghadapi wawancara kerja yang baik dan benar bagi yang ingin mencari kerja. Jadi tahun ini fokusnya lebih pengetahuan diri,” terang Mardareta.

Seluruh program pelatihan dari Dispora Kaltim ini akan dibuka secara gratis bagi pemuda Kaltim yang berusia 17 hingga 30 tahun. Mardareta mengajak seluruh pemuda untuk memanfaatkan kesempatan emas ini untuk meng-upgrade diri sesuai minat dan bakat mereka.
“Misalnya suka desain grafis. Kita buat pelatihannya, bagaimana cara mengelola di media sosial (Medsos). Nah, kita buka pelatihannya sesuai dengan ketertarikan para pemuda di Kaltim,” pungkasnya.
Dengan fokus pada pengembangan soft skill dan digitalisasi, Dispora Kaltim berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja dan dunia usaha yang semakin kompetitif.











