Faktaborneo.com – KUTAI KARTANEGARA – Anggota Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Johansyah, kembali melaksanakan kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kali ini, reses digelar di Desa Loa Duri Ilir dan Desa Tani Bakti, Kecamatan Loa Janan, guna mendengar langsung kebutuhan dan keluhan warga.
Dari hasil reses tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan prioritas, terutama perbaikan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan. Warga juga meminta perhatian serius terhadap beberapa titik longsor yang hingga kini belum tertangani, serta kebutuhan pembangunan jaringan irigasi yang dinilai penting bagi aktivitas pertanian.
“Kita sudah menampung semua keluhan masyarakat. Mereka meminta perhatian khusus terkait perbaikan infrastruktur jalan,” ujar Johansyah, Senin (10/11/2025).
Ia menambahkan bahwa aspirasi warga tersebut sejalan dengan fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar yang memang memprioritaskan pembangunan infrastruktur di pedesaan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kemampuan anggaran daerah pada tahun 2026 diperkirakan tidak sebesar tahun sebelumnya.
“Kemarin saya juga sudah sampaikan bahwa anggaran 2026 tidak sama seperti tahun sebelumnya. Jadi mungkin pembangunan nanti belum dapat maksimal karena adanya efisiensi anggaran,” jelasnya.
Johansyah menilai bahwa kolaborasi dengan sektor swasta menjadi peluang yang bisa dimaksimalkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kukar dapat turut membantu pembangunan infrastruktur melalui dana CSR mereka.
“Kita ingin perusahaan di sekitar Kukar berkontribusi pada pembangunan infrastruktur lewat program CSR. Itu bagian dari tanggung jawab mereka,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab Kukar, masyarakat, dan pihak swasta agar pembangunan di daerah tetap dapat bergerak meski kapasitas anggaran terbatas.
“Saya berharap masyarakat juga dapat berperan aktif dalam mewujudkan perbaikan dan pembangunan infrastruktur di Kukar,” tutupnya. (Adv)











