SAMARINDA – Faktaborneo.com — Pasca banjir yang melanda Perumahan H. Saleh, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berhasil mengangkut lebih dari 191 ton sampah dari kawasan terdampak.
Banjir yang terjadi pada 13 Mei 2025 tersebut sempat merendam permukiman hingga setinggi dada orang dewasa dan meninggalkan timbunan sampah dalam jumlah besar.
Untuk merespons kondisi tersebut, DLH melakukan pembersihan intensif sebagai langkah pemulihan lingkungan dan pencegahan dampak kesehatan bagi warga.
DLH mengerahkan 11 armada truk sampah pada 15 Mei, dilanjutkan dengan 27 unit pada 16 Mei, serta 8 unit tambahan pada 17 Mei. Operasi ini juga melibatkan puluhan petugas lapangan dan dukungan alat berat dari Kecamatan Loa Janan Ilir serta Kelurahan Sempaja Tiga.
Partisipasi aktif warga Perumahan H. Saleh mempercepat proses pengangkutan. Secara keseluruhan, sampah yang berhasil dibersihkan mencapai 191,4 ton.
Kepala DLH Samarinda, Endang Liansyah, mengatakan bahwa sampah pascabanjir bukan hanya merusak pemandangan, tapi juga berisiko menimbulkan penyakit dan pencemaran lingkungan.
“Kerja sama antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama dalam percepatan penanganan,” jelas Endang.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH, Boy Leonardo Sianipar, mengapresiasi semangat para pekerja yang bekerja maksimal meskipun banyak yang berasal dari luar area terdampak.
“Kami bekerja total demi kenyamanan warga, tanpa melihat asal wilayah tugas,” ungkap Boy.
Pemerintah berharap, melalui kolaborasi lintas pihak, kawasan terdampak banjir dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali normal. Masyarakat pun diimbau tetap menjaga kebersihan untuk mencegah bencana serupa di masa depan. (ADV)











