SAMARINDA – Faktaborneo.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Selasa pagi menyebabkan genangan di sejumlah kawasan, dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 50 sentimeter. Sejumlah kecamatan terdampak, termasuk Samarinda Utara, Palaran, Sambutan, serta wilayah hilir kota.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, yang juga menjabat sebagai Plh Asisten I, mengatakan bahwa genangan terjadi akibat curah hujan tinggi, yakni sekitar 50–83 mm per detik, disertai pasang besar Sungai Mahakam yang memicu fenomena backwater.
“Air Sungai Mahakam meluap dan mengalir ke Karang Mumus, Karang Asam Kecil, serta Karang Asam Besar. Akibatnya, beberapa titik di kota mengalami genangan cukup tinggi,” ungkap Suwarso.
Meskipun elevasi air di Bendungan Benanga masih dalam batas normal, yakni 5,752 meter, BPBD mencatat bahwa kawasan seperti Pondok Surya Indah dan Bengkuring telah berada dalam status siaga hingga awas.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menurunkan armada penanganan bencana, seperti kendaraan Dalmas, mobil rescue, hingga perahu evakuasi. Wilayah Alaya menjadi prioritas utama, mengingat akses menuju Bandara APT Pranoto yang terdampak oleh genangan.
“Berdasarkan pemantauan cuaca dan kondisi di daerah hulu, genangan diperkirakan akan mulai surut dalam dua jam ke depan. Namun kami tetap siaga penuh mengantisipasi potensi banjir dan tanah longsor,” tambahnya.
Pemerintah Kota Samarinda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir. Warga juga diminta untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Jika kamu ingin versi dengan visual grafis atau layout khas media online, saya bisa bantu buatkan juga. (ADV)











