slot thailand

https://vetsbestmovers.com/contact/

https://www.cassiseye.com/physicians

DPRD Luwu Lakukan Studi Banding ke Desa Batuah, Pelajari Tata Kelola Pemerintahan dan Inovasi Digital Kukar

Faktaborneo.com – KUTAI KARTANEGARA – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi destinasi studi banding bagi pemerintah daerah lain. Pada Jumat (31/10), Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan.

Rombongan tersebut disambut oleh Anggota DPRD Kukar, Johansyah, bersama jajaran Pemerintah Desa Batuah. Dalam pertemuan itu, para anggota DPRD Luwu mendalami dua aspek yang dinilai berhasil diterapkan di Kukar, yaitu tata cara pemilihan serta pemberhentian kepala desa, dan pengelolaan pusat informasi desa yang telah menggunakan sistem digital.

Johansyah menyampaikan bahwa Kukar merasa tersanjung atas kedatangan DPRD Luwu. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa Kukar kini dianggap sebagai salah satu daerah yang dapat dijadikan contoh dalam penerapan manajemen pemerintahan desa yang transparan, modern, dan berlandaskan regulasi yang kuat.

“Ini adalah kunjungan perdana DPRD Luwu ke Kukar. Mereka menaruh perhatian pada Peraturan Daerah yang mengatur pemilihan dan pemberhentian kepala desa. Kukar dipandang cukup maju dalam hal pelaksanaan aturan dan pembinaan pemerintahan desa,” jelas Johansyah.

Selain mempelajari regulasi desa, DPRD Luwu juga tertarik pada pengembangan digital Desa Batuah, yang dikenal sebagai desa dengan tingkat transparansi dan kualitas pelayanan publik terbaik di Kukar.

Desa Batuah telah membangun Pusat Informasi Desa (PID) berbasis online yang memungkinkan masyarakat mengakses data dan layanan secara terbuka. Inovasi ini bahkan mengantarkan Batuah meraih penghargaan tingkat nasional terkait pengelolaan informasi desa.

“Mereka ingin memahami lebih jauh mengenai pengelolaan pusat informasi desa. Batuah menunjukkan bagaimana sebuah desa mampu menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan melibatkan masyarakat,” lanjut Johansyah.

Ia menilai bahwa studi banding seperti ini penting untuk mempererat hubungan kerja sama antar-daerah dalam upaya memperbaiki kualitas tata kelola pemerintahan desa. Johansyah berharap, apa yang dipelajari oleh DPRD Luwu dapat memberikan inspirasi untuk memajukan desa-desa di wilayah mereka melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan partisipasi masyarakat.

“Kukar siap membagikan pengalaman. Semoga apa yang mereka pelajari dapat menjadi contoh dalam pengembangan desa digital serta penguatan manajemen pemerintahan di Kabupaten Luwu,” tambahnya.

Kedatangan DPRD Luwu disambut antusias oleh Pemerintah Desa Batuah. Dalam kunjungan tersebut, perangkat desa memamerkan berbagai hasil pembangunan, termasuk penerapan layanan publik terintegrasi dan sistem informasi berbasis internet.

Pemerintah Desa Batuah menyebut bahwa kunjungan dari daerah lain menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan. Desa Batuah juga menegaskan komitmennya untuk menjadi percontohan dalam penerapan pemerintahan digital dan keterbukaan informasi di Kukar.

Johansyah menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas dedikasi perangkat Desa Batuah yang terus mengembangkan inovasi dalam pelayanan publik.

“Kami bangga karena desa-desa di Kutai Kartanegara kini banyak dijadikan rujukan oleh daerah lain. Ini menjadi bukti bahwa desa di Kukar mampu bersaing dan menjadi inspirasi nasional,” tutupnya. (ADV)

Bagikan

Berita terupdate ada juga di Benuanta dan Prolog.co.id