slot thailand

https://vetsbestmovers.com/contact/

https://www.cassiseye.com/physicians

DPRD Kukar Tekankan Pengelolaan Profesional Pasar Tangga Arung, Siap Hadirkan Wajah Baru Perdagangan Modern di Tenggarong

Faktaborneo.com – KUTAI KARTANEGARA- Revitalisasi Pasar Tangga Arung tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik yang megah, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan wajah baru sektor perdagangan daerah melalui konsep pasar modern yang lebih tertata, bersih, dan nyaman. DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menekankan bahwa keberhasilan revitalisasi ini sangat bergantung pada pengelolaan pasar secara profesional sehingga benar-benar menjadi ikon ekonomi baru sekaligus kebanggaan masyarakat Tenggarong.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan bahwa penataan lapak dan pengelompokan jenis dagangan perlu diatur dengan rapi sejak awal pembukaan. Menurutnya, zonasi pedagang merupakan faktor penting yang akan menentukan kenyamanan pengunjung serta membentuk citra Tenggarong sebagai pusat perdagangan modern di Kukar.

“Lapak tidak boleh bercampur. Semua harus ditempatkan sesuai jenisnya. Area pakaian untuk pedagang pakaian, kuliner di zona kuliner. Penataan harus benar-benar tertib,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pasar Tangga Arung akan mengusung konsep pasar kering, sehingga aktivitas penjualan bahan basah seperti ikan, ayam, dan daging tidak diperbolehkan di area tersebut. Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi khusus di Mangkurawang sebagai pusat perdagangan bahan basah.
“Pasar ini adalah pasar kering. Tidak boleh ada jualan ikan atau barang basah di sini. Pemkab sudah menyiapkan lokasi khusus di Mangkurawang untuk itu,” tegasnya.

Penerapan konsep pasar kering ini bertujuan menjaga kebersihan, estetika, dan kenyamanan lingkungan pasar. Yani menilai bahwa pengelolaan pasar harus mengacu pada standar manajemen pusat perbelanjaan modern agar suasana pasar lebih teratur dan menarik bagi pengunjung.

“Pengelolaannya harus profesional, seperti mall yang manajemennya terstruktur. Kalau dikelola serius, tampilan pasar akan modern dan menarik,” ujarnya.

Selain peran pemerintah, Yani juga menekankan pentingnya partisipasi pedagang dalam mengikuti konsep tata kelola baru tersebut. Pedagang diminta untuk menyesuaikan jenis dagangan, mempercantik lapak, dan menjaga kerapian sesuai dengan zonasi dan panduan yang ditetapkan.

“Lapak harus dipercantik, kuliner ditata agar lebih menarik. Pedagang harus dibimbing oleh dinas pasar untuk menyesuaikan dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Dengan penerapan manajemen yang solid serta kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan pedagang, Yani optimistis Pasar Tangga Arung dapat berkembang menjadi ruang publik yang bersih, representatif, dan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru di Tenggarong.

“Kami ingin pasar ini menjadi simbol kemajuan perdagangan Kukar. Tidak hanya sebagai tempat jual beli, tetapi juga sebagai daya tarik ekonomi baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan

Berita terupdate ada juga di Benuanta dan Prolog.co.id