slot thailand

https://vetsbestmovers.com/contact/

https://www.cassiseye.com/physicians

Fasilitas Rusak dan Sering Tergenang, SMPN 2 Muara Muntai Jadi Sorotan DPRD Kukar

Faktaborneo.com – KUTAI KARTANEGARA – Kerusakan fasilitas pendidikan di kawasan hulu kembali menjadi perhatian DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, sejumlah sarana di SMPN 2 Muara Muntai dinilai memerlukan penanganan segera setelah ditemukan pelataran sekolah serta beberapa ruang kelas yang kerap tergenang air dan mengganggu proses belajar mengajar.

Anggota DPRD Kukar, Muhammad Idham, mengungkapkan bahwa hasil tinjauan lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Genangan air membuat kegiatan belajar, termasuk upacara bendera dan aktivitas olahraga, sering terhenti karena lapangan tidak dapat digunakan.

“Upacara setiap Senin sering gagal dilaksanakan karena lapangannya banjir. Begitu juga kegiatan olahraga yang harus dibatalkan jika air belum surut,” jelasnya.

Idham menyampaikan bahwa rencana rehabilitasi SMPN 2 Muara Muntai sebenarnya sudah tercantum dalam Renja Disdikbud Kukar. Meski begitu, ia menilai perbaikan pelataran sekolah harus menjadi prioritas karena menjadi pusat aktivitas seluruh siswa.

Ia menjelaskan bahwa usulan anggaran mencapai sekitar Rp 2 miliar, dan perlu dibagi secara proporsional agar semua kebutuhan sekolah terpenuhi. Jika pelataran ditangani dengan biaya sekitar Rp 1 miliar, sisa anggaran dapat dialokasikan untuk memperbaiki ruang kelas dan fasilitas sanitasi.

Idham juga memastikan laporan mengenai kondisi sekolah tersebut telah disampaikan ke pimpinan DPRD. Ia berkomitmen mengawal usulan ini agar masuk dalam prioritas pembangunan sarana pendidikan tahun 2026.

Dari pihak eksekutif, Mujahidin selaku Kasi Sarpras Bidang SMP Disdikbud Kukar menyatakan siap menindaklanjuti rekomendasi DPRD. Ia menegaskan bahwa pemenuhan fasilitas sekolah dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan tiap wilayah—mulai dari hulu, tengah, hingga pesisir.

Kondisi SMPN 2 Muara Muntai menjadi gambaran bahwa sekolah-sekolah di daerah hulu masih memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai. Melalui perbaikan fasilitas dasar seperti pelataran, diharapkan kegiatan belajar siswa dapat kembali berlangsung secara aman dan tidak lagi terganggu banjir maupun genangan air yang selama ini menjadi hambatan. (Adv)

Bagikan

Berita terupdate ada juga di Benuanta dan Prolog.co.id