Faktaborneo.com, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, mendorong adanya langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan di daerah. Ia mengusulkan agar proses hilirisasi atau pengolahan produk turunan kelapa sawit digenjot secara serius dengan melibatkan Perusahaan Daerah (Perusda).
Gagasan ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kaltim bersama Dinas Perkebunan. Menurut Ekti, sudah saatnya Kaltim tidak hanya menjadi provinsi penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia berharap Komisi II dapat menggelar rapat lintas mitra yang lebih luas. Tujuannya adalah merumuskan langkah konkret untuk mendorong hilirisasi dengan Perusda sebagai salah satu pemain utamanya.
“Saya berharap Komisi II melakukan RDP lintas mitra dengan harapan mendorong hilirisasi terkait perkebunan, dan harus melibatkan Perusda kita,” ujar Ekti.
Dorongan ini juga dilatari oleh berbagai masalah di sektor hulu, seperti persoalan Izin Usaha Perkebunan (IUP) dan plasma yang dinilai masih sering merugikan masyarakat. Ketua Komisi II, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan pihaknya siap mendukung program strategis seperti ini.
“Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur akan mendukung setiap program kerja yang berdampak pada pengembangan sektor perkebunan, melalui pokok-pokok pikiran,” tutup Sabaruddin. (ADV)











