Faktaborneo.com, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kaltim menyoroti alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Indominco Mandiri untuk sektor pendidikan. Sekretaris Komisi IV, Muhammad Darlis, secara terbuka menyatakan rasa kaget dan kecewanya karena nilai program beasiswa yang ada dinilai tidak sebanding dengan skala produksi perusahaan.
Kritik tajam ini disampaikannya usai menggelar pertemuan dengan manajemen PT Indominco Mandiri. Darlis mempertanyakan proporsionalitas dana CSR, terutama dari perusahaan raksasa yang telah beroperasi selama 37 tahun di Kalimantan Timur.
“Kami agak kaget dan kecewa karena ternyata jumlahnya tidak signifikan dengan jumlah produksinya, padahal perusahaan sudah berdiri selama 37 tahun,” ungkap Darlis.
Selain menyoroti jumlah, Darlis juga memberikan masukan agar program CSR pendidikan tidak tumpang tindih dengan program yang sudah dijalankan pemerintah, seperti pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ia menyarankan dana tersebut dialihkan untuk pos lain yang lebih menyentuh kebutuhan mahasiswa.
“Kami sarankan CSR pendidikan diarahkan ke pos lain, seperti living cost mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Itu bentuk kolaborasi positif agar anak-anak kita bisa kuliah dengan tenang,” terangnya.
(ADV)











