Kritik Budaya Rapat Seremonial, Ayub Desak Pemerintah Beri Solusi Konkret

Faktaborneo.com, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, melontarkan kritik keras terhadap budaya kerja di lingkungan pemerintahan yang dinilainya terlalu banyak diisi rapat seremonial. Ia mendesak agar pemerintah lebih fokus memberikan solusi konkret yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pria yang akrab disapa Ayub ini menilai, pola kerja yang terlalu kaku dan prosedural membuat banyak permasalahan riil di lapangan menjadi lambat ditangani. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut seringkali hanya berhenti di meja rapat tanpa ada tindak lanjut yang nyata.

“Masalah kita saat ini adalah ketidakmampuan merespons secara cepat hal-hal konkret yang terjadi di masyarakat. Kita hanya sibuk rapat, tapi hasilnya tidak kelihatan,” ujar Ayub pada Senin (26/5/25).

Menurut politisi Partai Golkar ini, sudah saatnya budaya rapat-rapat tanpa hasil yang hanya menghasilkan rekomendasi di atas kertas dihentikan. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak membutuhkan wacana yang berlarut-larut, melainkan aksi dan solusi nyata atas persoalan yang mereka hadapi.

“Kita harus hentikan budaya rapat-rapat seremonial. Masyarakat butuh solusi konkret, bukan hanya wacana,” tandasnya.

(ADV)

Bagikan

Berita terupdate ada juga di Benuanta dan Prolog.co.id