Faktaborneo.com, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyoroti adanya ketimpangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur. Meskipun ia menilai program ini positif, evaluasi lapangan menunjukkan distribusi dan akses terhadap program tersebut masih belum merata.
Sorotan ini disampaikannya setelah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Kartanegara. Ananda menyebut, di balik keberhasilan program dalam menyentuh aspek gizi anak dan ekonomi petani, ada masalah serius terkait pemerataan manfaatnya bagi seluruh wilayah.
“Hasil evaluasi lapangan menunjukkan bahwa MBG bukan hanya soal asupan gizi anak, tapi juga membuka ruang hidup baru bagi petani lokal. Sayangnya, distribusinya belum merata,” kata Ananda pada Senin (2/6/25).
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, masih ada daerah-daerah di Kaltim yang tertinggal dan belum dapat menikmati manfaat program secara optimal. Ia pun mendesak agar pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota segera duduk bersama untuk membenahi masalah distribusi tersebut.
“Akses terhadap program ini belum merata. Ini menjadi catatan penting bagi Pemprov dan Pemkab/Pemkot untuk duduk bersama membenahi distribusinya,” ujar Nanda.
(ADV)











