Program Gratispol Dikritik karena Abaikan Mahasiswa Aktif

Faktaborneo.com, SAMARINDA – DPRD Kaltim menyoroti ketidakjelasan pelaksanaan program Gratispol untuk mahasiswa aktif.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, mempertanyakan apakah mahasiswa yang sedang menempuh semester dua hingga delapan akan mendapatkan manfaat program ini.

“Bagaimana dengan mahasiswa semester dua, tiga, lima, atau delapan? Apakah mereka ikut mendapatkan fasilitas ini, atau hanya yang baru masuk?” tanyanya.

Ia menegaskan pentingnya kejelasan teknis sebelum program dijalankan. Masyarakat tidak boleh dibiarkan berharap jika perangkat program belum siap.

Nurhadi juga mengkritik minimnya transparansi soal tim transisi. Ia menyebut DPRD bahkan belum mengetahui siapa saja yang tergabung dalam tim itu.

“Kami dengar ada tim transisi yang mengurus teknis program ini, tapi kami di DPRD bahkan tidak tahu siapa mereka,” ucapnya.

Ia meminta gubernur membangun komunikasi terbuka agar tidak terjadi kebingungan di masyarakat. (ADV)

Bagikan

Berita terupdate ada juga di Benuanta dan Prolog.co.id