Faktaborneo.com – SAMARINDA – Kekompakan dan kemampuan bekerja sama menjadi modal penting bagi perempuan dalam menjalankan peran sebagai penggerak di tengah masyarakat. Tidak hanya dituntut memiliki kepedulian, kader perempuan juga diharapkan mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika menghadapi persoalan warga.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga, saat mengikuti kegiatan outbound dalam rangkaian Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput (PPAR) PDI Perjuangan Kalimantan Timur di Kolam Ulin, Samarinda, Minggu (1/11/2026).
Bagi Bintang, kegiatan outbound memiliki makna lebih dari sekadar permainan dan aktivitas luar ruangan. Kegiatan tersebut menjadi sarana membangun solidaritas, memperkuat kebersamaan, sekaligus melatih peserta agar mampu bekerja dalam tim.
Ia menilai, kemampuan berpikir cepat dan menentukan langkah yang tepat sangat dibutuhkan ketika kader perempuan turun langsung mendampingi masyarakat.
“Saya pikir kegiatan hari ini suatu kegiatan yang luar biasa, ya. Melalui outbound yang dilaksanakan dan motivasi yang diberikan, kita harus berpikir cepat dan bertindak tepat,” kata Bintang.
Menurutnya, pengalaman dan semangat yang diperoleh selama outbound harus diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama ketika peserta kembali ke lingkungan masing-masing dan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial.
Karena itu, ia mengingatkan agar peserta tidak hanya mengambil sisi hiburan dari kegiatan tersebut. Nilai kebersamaan dan gotong royong justru harus menjadi bekal utama dalam menjalankan tugas pendampingan masyarakat.
“Tentu bukan permainannya saja yang kita lihat, tapi semangat yang didapatkan melalui outbound ini yang harus dibawa ke lapangan nanti ketika memberikan pendampingan pada masyarakat,” ujarnya.
Bintang juga menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput dan Pelatihan Relawan Kesehatan. Kedua program tersebut diharapkan mampu melahirkan kader perempuan yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga siap mengambil peran nyata dalam membantu masyarakat.
Ia menilai, keberhasilan program pemberdayaan perempuan harus diukur dari manfaat yang dirasakan warga, khususnya masyarakat di tingkat akar rumput.
“Mudah-mudahan dari rangkaian acara pelaksanaan kegiatan ini, apa yang diharapkan dari pelatihan perempuan penggerak akar rumput, demikian juga pelatihan relawan kesehatan ini, akan memberikan dampak terhadap rakyat dan masyarakat yang di akar rumput nantinya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bintang mengingatkan para peserta agar tidak harus menunggu program besar untuk mulai berkontribusi. Kepedulian dapat dibangun dengan mengenali dan membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Dari lingkup kecil tersebut, peran perempuan diharapkan semakin berkembang hingga mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Menjadi bagian solusi dari permasalahan masyarakat, mulai dari lingkungan di sekitarnya, kemudian lingkungan masyarakat yang ada di Kaltim ini,” pungkasnya.











