Faktaborneo.com – SAMARINDA – Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) secara resmi mengawali langkah kepengurusan periode 2026–2031 melalui gelaran Rapat Kerja (Raker) Pengurus Provinsi pertama yang berlangsung di Samarinda, Sabtu (17/10/2026). Sebagai organisasi persekutuan masyarakat Dayak tertua di Kalimantan Timur, PDKT menegaskan arah gerak baru yang berfokus pada pembangunan kebersamaan, persatuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Dayak secara menyeluruh.
Dalam arahannya, Ketua Umum PDKT, Dr. Yulianus Henock Sumual, S.H., M.Si., menekankan pentingnya konsolidasi dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) agar masyarakat Dayak mampu bersaing dan memiliki kesetaraan dengan suku bangsa lainnya.

“Dayak ini sangat besar, bukan hanya di Kalimantan tetapi di dunia, tersebar hingga Malaysia, Brunei Darussalam, bahkan Madagaskar. Oleh sebab itu, Dayak ke depan harus meningkatkan SDM supaya kita mempunyai kesejajaran dengan suku bangsa lainnya,” ujar Yulianus dengan penuh semangat di hadapan para pengurus.
Yulianus Henock menyoroti ironi kekayaan alam Kalimantan Timur yang dinilainya belum dirasakan secara optimal oleh masyarakat adat setempat. Ia menyuarakan ketegasan sikap organisasi terkait pentingnya keadilan sosial dan pemerataan ekonomi.
“Hasil bumi Kalimantan yang saat ini begitu kaya raya belum sempat dinikmati oleh orang Dayak. Kami meminta keadilan kepada pemerintah, negara, dan korporasi yang beroperasi di bumi Kaltim agar memperhatikan serta ikut menyejahterakan masyarakat Dayak ke depannya. Hari ini kita berkonsolidasi supaya tahun 2027 kita membangun kekuatan Dayak yang memiliki ekonomi baik, pendidikan baik, dan kesetaraan dengan saudara-saudara kita dari luar Kalimantan,” tegasnya.

10 Rekomendasi Utama Raker PDKT 2026
Setelah mengevaluasi pelaksanaan program sepanjang tahun 2026 dan menyelaraskan arah kebijakan organisasi, Raker Pengurus Provinsi PDKT Tahun 2026 secara resmi menyepakati 10 rekomendasi strategis sebagai pedoman pelaksanaan Program Kerja Tahun 2027:
1. Pengesahan Program Kerja 2027 Mengesahkan secara resmi Program Kerja PDKT Tahun 2027 sebagai pedoman operasional organisasi selama satu tahun ke depan.
2. Penguatan Organisasi dan Kaderisasi Memprioritaskan konsolidasi internal dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, disertai program pengembangan kapasitas kader secara berkelanjutan.
3. Tata Kelola Berbasis Data dan Digitalisasi Mendorong modernisasi tata kelola organisasi melalui pembenahan basis data (database), Kartu Tanda Anggota (KTA), sistem administrasi, kearsipan, dan sistem informasi terpadu.
4. Peningkatan Kualitas Pendidikan dan SDM Fokus pada pelatihan, kaderisasi, pengembangan kompetensi, serta pemberdayaan generasi muda Dayak agar makin berdaya saing.
5. Kemitraan Strategis Memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, DPRD, perguruan tinggi, dunia usaha/swasta, ormas, lembaga adat, serta para pemangku kepentingan lainnya.
6. Program Berdampak Nyata Mendorong program kerja yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat pada sektor budaya, ekonomi & UMKM, ketahanan pangan, hukum & advokasi, kesehatan, perlindungan perempuan & anak, kepemudaan, serta sosial kemasyarakatan.
7. Kejelasan Pembagian Tugas dan Kewenangan Menetapakan penanggung jawab utama (leading sector) dan bidang pendukung untuk mencegah terjadinya tumpang tindih (overlapping) tugas antarbidang.
8. Mekanisme Pemantauan dan Evaluasi Berkala Mewajibkan setiap bidang melakukan evaluasi berkala dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban program kepada Pengurus Provinsi melalui Sekretariat.
9. Kemandirian dan Akuntabilitas Pendanaan Menyesuaikan pelaksanaan program dengan kapasitas anggaran, serta mengembangkan sumber pendanaan yang sah, transparan, akuntabel, dan tidak mengikat.
10. Landasan Pencapaian Visi 2026–2031 Menetapkan hasil Raker sebagai acuan utama dalam koordinasi, monitoring, dan evaluasi pencapaian target strategis kepengurusan PDKT periode 2026–2031.

Seluruh jajaran pengurus PDKT berkomitmen menjalankan rekomendasi ini dengan semangat gotong royong, kebersamaan, profesionalisme, dan akuntabilitas tinggi demi membawa kemajuan nyata bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. (Awe)











