Faktaborneo.com – SAMARINDA – Antusiasme terhadap olahraga panahan di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin meningkat. Hal ini terlihat dari gelaran Turnamen Panahan Piala Gubernur Kaltim 2025 yang berhasil menarik 485 atlet, termasuk beberapa peserta dari luar provinsi.
Ajang Sport Tourism dan Pembinaan Berkesinambungan
Turnamen ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim bekerja sama dengan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim. Acara yang memperebutkan total hadiah Rp108 juta ini berlangsung selama enam hari, mulai 17 hingga 22 Juni 2025, di Kompleks GOR Kadrie Oenning, Samarinda.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, menyambut baik lonjakan jumlah peserta, yang menunjukkan pertumbuhan dan regenerasi atlet panahan yang semakin pesat. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia. Ia berharap turnamen ini dapat menjadi wadah untuk mengasah kemampuan dan menambah jam terbang atlet, terutama para atlet junior yang tengah dipersiapkan untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

“Peserta kejuaran Panahan 2025 ini pesertanya meningkat dari tahun sebelumnya. Ini membuktikan pembinaan atlet panahan di daerah sudah maksimal,” ujar Rasman.
Fokus Utama pada Jam Terbang dan Mental Bertanding
Rasman juga menekankan pentingnya kompetisi tingkat daerah, tidak hanya tingkat provinsi, untuk melatih mental atlet. Menurutnya, atmosfer pertandingan sangat berbeda dengan latihan, sehingga jam terbang menjadi kunci untuk mengatasi rasa gugup.
Ketua Umum Perpani Kaltim, Sutomo Jabir, menambahkan bahwa turnamen ini merupakan yang keempat kalinya diadakan secara rutin dan selalu sukses dalam menjaring talenta-talenta muda terbaik. Ia juga mengungkapkan bahwa event ini sekaligus menjadi ajang seleksi atlet oleh Perpani Kaltim dalam persiapan menghadapi Kejurnas pada Juli mendatang.
“Tidak bisa dalam satu kegiatan kita langsung mengukur kemampuan atlet tersebut. Tetapi dari beberapa rangkaian kegiatan, biasanya baru kelihatan secara konsisten kelebihan dan kekurangan dari sang atlet,” kata Sutomo.
Adanya partisipasi dari atlet luar Kaltim, seperti dari Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, dan Kalimantan Utara, menunjukkan reputasi turnamen ini semakin meningkat dan berpotensi menjadi ajang sport tourism yang menarik. Hal ini juga menjadi bukti nyata tingginya minat terhadap olahraga panahan.











