slot thailand

https://vetsbestmovers.com/contact/

https://www.cassiseye.com/physicians

Fasilitas Sekolah di Pesisir Kukar Kian Memprihatinkan, Ruang Kelas Sering Tergenang dan Mengganggu Proses Belajar

Faktaborneo.com – KUTAI KARTANEGARA- Kondisi sarana pendidikan di wilayah pesisir Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menjadi sorotan. Sejumlah sekolah di kawasan Blok Mahakam dilaporkan masih kerap terendam air saat air laut pasang maupun ketika hujan deras turun. Situasi tersebut membuat kegiatan belajar-mengajar terganggu karena ruang kelas menjadi lembap dan tidak nyaman digunakan.

Anggota Komisi I DPRD Kukar, Safruddin, menyampaikan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah lama dialami masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil). Namun hingga kini belum tampak adanya langkah perbaikan yang signifikan untuk memastikan kenyamanan guru dan siswa dalam menjalankan aktivitas pendidikan di wilayah pesisir tersebut.

“Keadaan seperti ini sudah sering terjadi, tetapi belum ditangani secara serius,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa beberapa bangunan sekolah dibangun di lokasi yang lebih rendah dibandingkan permukaan tanah di sekitarnya. Kondisi tersebut menyebabkan air mudah masuk ke area kelas ketika pasang atau hujan lebat. Ketiadaan sistem drainase yang memadai membuat air sulit mengalir keluar, sehingga ruang kelas tetap lembap selama berjam-jam bahkan seharian penuh.

Ruang belajar yang lembap dan minim pencahayaan ini tidak hanya menghambat kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Lingkungan seperti itu rawan pertumbuhan jamur dan bakteri, membuat siswa mudah terserang batuk, flu, hingga iritasi kulit akibat kualitas ruang yang tidak sehat.

Selain persoalan genangan air, legislator dari PDI-P tersebut juga menemukan kerusakan fisik lainnya, seperti lantai kelas yang mulai rapuh, dinding yang mengelupas, serta fasilitas sanitasi yang jauh dari memadai. Berbagai masalah ini menunjukkan bahwa kondisi sekolah di pesisir masih jauh dari standar kenyamanan dan keselamatan untuk proses pembelajaran.

Dalam situasi seperti itu, para guru sering kali harus mencari solusi agar kegiatan belajar tetap berjalan. Ada yang memindahkan siswa ke ruang guru, memanfaatkan aula serbaguna, bahkan sebagian tetap mengajar di ruang kelas meskipun lantainya masih basah.

“Kalau hujan mereka kebasahan, kalau air pasang mereka terendam. Bagaimana siswa bisa belajar dengan tenang?” kata Safruddin.

Ia pun mendesak pemerintah daerah untuk segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang layak merupakan kebutuhan mendasar dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terutama di wilayah pesisir yang memang memiliki tantangan geografis tersendiri seperti di Blok Mahakam.

“Pembangunan harus dilakukan secara merata. Jangan hanya fokus di wilayah perkotaan. Daerah pesisir juga bagian dari Kukar yang harus kita perhatikan bersama,” tutupnya. (Adv)

Bagikan

Berita terupdate ada juga di Benuanta dan Prolog.co.id